Cara Pemesanan

Pilih kode baju yang ingin anda pesan beserta ukurannya Lakukan pemesanan melalui Telepon atau SMS ke 0813 112 113 90 atau via email ke selanjutnya.....
tokobajumenyusui facebook

Customer Service

Dapatkan Info Terkini

Dapatkan Info Terupdate

E-mail:

Zipper Up Down Opening

contoh bukaan summer

Bukaan dari retsluiting ditarik dari bawah ke arah atas

Conscious Breastfeeding: Menyusui Sepenuh Hati dan Penuh Kesadaran

Pemberian ASI bukan sekadar “saat minum susu” untuk bayi. Proses menyusui adalah seni yang membutuhkan konsentrasi dan ketulusan hati. Yang sedang berada dalam dekapan dan dekat dengan jantung Anda adalah bayi, buah hati Anda. Maka menyusui adalah salah satu proses bonding yang paling berarti antara ibu dan anak.

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menyusui dengan sepenuh hati, tanpa paksaan dan dengan penuh kesadaran.
1. Berikan ASI secara langsung tanpa paksaan. Bayi dapat merasakan emosi ibunya, apalagi saat ia sedang menyusu. Jika Anda merasa terpaksa memberikan ASI, maka rasa itu bisa ditangkap bayi. Tak heran jika ia kemudian jadi rewel, bahkan mungkin akhirnya malas menyusu dan menolak ASI. Emosi negatif yang Anda rasakan juga memengaruhi jumlah produksi ASI. Hormon oksitosin, yang berpengaruh besar terhadap produksi ASI akan muncul dengan sendirinya saat Anda bahagia, tenang, relaks dan tidak stres.

2. Berikan ASI saat bayi memintanya. Bukan hanya Anda yang tidak boleh merasa terpaksa, bayi juga demikian. Begitu Anda sudah tenang dan rileks, bayi jua tenang, sebab kegiatan menyusui adalah proses timbal-balik antara ibu dan bayi. Maka hindari memaksa bayi menyusu saat ia tak ingin disusui.

3. Rileks saja! Menyusui tanpa paksaan saja tidak cukup untuk mencapai proses menyusui yang sempurna. Sebaiknya Anda juga rileks dan tenang saat menyusui bayi Anda.

4. Kenakan baju yang bersih dan nyaman. Tentunya Anda tidak dapat sembarangan membuka baju saat akan menyusui, terlebih jika di tempat umum. Kenakan baju yang bersih dan nyaman untuk menyusui. Misalnya, baju dengan kancing depan. lalu siapkan syal, handuk atau nursing apron yang kini mudah Anda jumpai di toko perlengkapan bayi dan ibu hamil. Peralatan ini membantu Anda menyusui dengan nyaman di mana pun berada, karena menutup sebagian payudara saat Anda menyusui bayi. Namun demikian, pastikan bayi tetap bisa bernafas dengan mudah saat Anda menggunakan penutup.

5. Posisi nyaman dan benar. Anda harus yakin bahwa posisi Anda dan bayi saat menyusui nyaman bagi Anda berdua dan sudah tepat. Yaitu, dada bayi “bertemu” dada ibu, perut bayi “bertemu” perut ibu, hidung bayi pada area sekitar puting, dagu pada bagian bawah payudara. Atau, “Tummy to mummy, chest to chest, nose to nipple, chin to breast“.

6. Kontak mata. Saat menyusui, Anda harus melakukan kontak mata dengan bayi. Selain pelukan, pandangan mata juga “berbicara”, terutama bahasa cinta kasih.

7. Merawat dan membersihkan payudara. Selain untuk kepentingan bayi, merawat payudara dengan teratur juga memberikan Anda kenyamanan dan menghindarkan Anda dari gangguan, seperti payudara lecet. Bersihkan dengan kapas atau cotton bud yang telah dicelupkan ke dalam air hangat. Ketika akan menyusui, perah sedikit ASI lalu oleskan pada puting dan areola.

8. Memperhatikan asupan gizi. Apa yang Anda makan dan minum akan dicicipi pula oleh bayi melalui ASI. Makanan Anda yang bergizi tinggi juga akan dirasakan manfaatnya oleh anak. Penuhi kebutuhan tubuh Anda akan cairan dengan baik. Jika perlu, bawa camilan yang sehat kemanapun Anda pergi, sebagai tambahan asupan gizi Anda.

(sumber : www.ayahbunda.co.id)

MENYUSUI : SELAMATKAN IBU DARI KANKER PAYUDARA

 Selain baik bagi kecerdasan otak anak, menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu, kata  dr. Dradjat R. Suardi, spesialis kanker payudara.
    
“Ibu menyusui dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara sebesar 10-15 persen,” katanya pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung, Rabu.
    
“Pupuk” kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh. Ketika masa hamil dan menyusui, muncul hormon progesterone. Hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan,katanya.
    
Ia menjelaskan, jika sang ibu menyusui setelah melahirkan, maka terdapat jangka waktu 27 bulan bagi sang ibu dimana hormon estrogen tidak dominan dalam tubuh.    Dikatakannya, bahwa dalam jangka waktu tersebut, risiko ibu terkena kanker payudara  berkurang.
(sumber : KOMPAS.com – Kamis, 19 Maret 2009 | 00:17 WIB)

Menyusui Itu ternyata Baik Untuk Jantung

Tak ada yang bisa menandingi kehebatan dan kelebihan ASI, baik untuk si ibu juga untuk si anak. Menurut sebuah studi yang dilaporkan oleh Reuters (28/4), ketika ibu menyusui bayinya hingga berumur 1 tahun, ada nilai tambah bagi kesehatan untuk si ibu dan si anak.

Continue reading Menyusui Itu ternyata Baik Untuk Jantung

Page 8 of 8« First...«45678